Langsung ke konten utama

Interpretasi Ronggeng Dukuh Paruk

      Aku akan menjelaskan pandangan pengarang dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk.
diambil dari segi ekonomi dan sosial, secara umum novel ini bersetting latar di Dukuh Paruk, dukuh yang masih berpenduduk sedikit dan kental dengan adat istiadat. Dukuh Paruk merupakan dukuh/desa yang miskin, diceritakan di novel bahwa masih banyak rumah penduduk disana yang beratap ilalang, bahkan anak Sakum pun diceritakan dengan mirisnya memakan serangga yang ada di sekitar rumahnya untuk menutupi rasa kelaparannya. Namun, berbeda jauh dengan keadaan si Ronggeng, mereka berada di tempat yang sama namun memiliki tingkat sosial yang berbeda. 
    Klimaks kehancuran Dukuh Paruk terjadi saat konflik komunis membakar Dukuh Paruk, namun warga disana tidak tau harus berbuat apa dan hanya bergantung pada Rasus.
     Nah, kesimpulannya disini Ahmad Tohari sang penulis, menggambarkan bahwa dapat hancurnya ekonomi suatu daerah jika mayoritas penduduk disana tidak memiliki pendidikan atau keterbelakangan dan hanya memiliki satu sudut pandang saja untuk menjalani kehidupan (pasrah).
Penulis juga memberikan amanat kepada pembaca bahwa perkembangan akan terus terjadi dan tidak ada cara lain selain bergerak dan terus maju mencari pengetahuan.

Sekian Interpretasi Novel Ronggeng Dukuh Paruk yang ku kerjakan dalam beberapa menit di sekolah saat diberi tugas oleh Ibu Gaz Nurindah yang mengajar Bahasa Indonesia. semoga bermanfaat yoo :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen "Cahaya Rumah"

Alur    : Maju mundur Karya  : Cherry Rabiullan Sari Diterbitkan: Koran Radar Banjarmasin Edisi : 24 - 27 April 2017 Salah satu edisi koran Radar Banjarmasin Cahaya Rumah Kukuruyukk.. ayam sudah berkokok dan Cahaya belum juga bangun, “Cahh, bangunn! Shalat subuh dulu” teriak ibu Cahaya. Guling-guling segera disingkirkan Cahaya yang jiwanya masih setengah terkumpul untuk beranjak berwudhu, adik Cahaya bernama Cahyu datang ke kamar “molor muluu mentang-mentang libur” Cahaya cuek dengan ocehan adiknya yang super jail itu. terdengar suara Ayah Cahaya yang merdu sedang mengaji di ruang tamu, menenangkan sekali. Ya, setiap selesai sholat, Ayah Cahaya selalu mengaji. Terlebih lagi ketika ekonomi Cahaya yang sedang memburuk, dulunya Cahaya adalah anak yang berkecukupan lebih, Ayah Cahaya adalah seorang supervisor  di salah satu perusahaan ternama, dan Ibu Cahaya punya toko sembako. Tetapi suatu hari perusahaan ayah Cahaya bangkrut dan ay...

Masa Lalu

 Aku tak pernah tau apa yang terjadi pada kehidupan mereka Aku tak pernah merasakan jadi orang lain, Ketika aku lelah, memberi ruang dan waktu adalah alternatif untuk merasakan hal yang nyata di hidup. Tak sengaja, hujan itu gugur mendatangi tanah. air mata itu jatuh di pipi. Masa lalu.. Setiap orang memiliki masa lalunya sendiri, kita hanyalah manusia yang terluka, terbiasa berpura-pura tertawa, seakan tak ingin seluruh dunia mengasihaninya. Bodohnya, setiap manusia itu benar-benar berbeda namun tak pernah disadari. Sadari ia bukanlah dia. aku bukanlah kamu. mereka bukanlah kita. Sifat setiap manusia itu berbeda, aku yakini hal itu karena masa lalu. Masa lalu atau perjalanan hidup benar-benar berperan terhadap masa depan Memang setiap orang mampu membuat tembok antara masa lalu ia dengan masa kini, namun menurut ku itu hanya untuk tujuan hidupnya. Dalam perjalanan hidup, setiap kita akan selalu membawa masa lalu itu, dalam artian akumulasi dari segala kejadian yang telah lalu. Mas...

Review Text about Painting

The Storm Painting Painted by             : Raden Saleh Genre                    : Romantisme             We like this painting because it has a good mean and easy to understand by every person who see this painting but the painting has dark colour, so the ships not obvious.             This painting is made on 1851 with oil paint on canvas with size 97 x 74 width. The tittle of this painting is “Badai” or “The Storm” with the genre romantisme. Actually, in this painting, the painter want to tell his feeling that confused between desire to live and ideal imagination world and real life that complicated.             In the storm painting, we can look how Raden Saleh tell...