Langsung ke konten utama

Interpretasi Harry Potter


Why Harry Potter?


Kamu harus nonton film Harry Potter dulu, baru baca blog ini :)

Bagi yang belum pernah nonton Harry Potter pasti banyak yang bertanya “apa sih ramenya Harry Potter?” butt, buat Potterhead seperti aku, yang udah nonton Harry Potter ratusan kali, ga usah ditanya kenapa ga pernah bosen nonton Harry Potter. Aku suka Harry Potter sejak kelas 4 SD. Tapi aku udah tau Harry Potter sejak kelas 2 SD, namun saat itu aku ga terlalu mengerti apa itu Harry Potter, aku cuma tau itu adalah film. Hahaha.. 

Menurut ku, Film Harry Potter itu banyak banget pesan moralnya, dan banyak fakta yang nyebutin orang yang suka nonton Harry Potter adalah orang yang memiliki pemikiran kompleks. Harry potter mengajarkan kesetiaan, kekuatan, kecerdasan juga keberanian yang semuanya berawal dari cinta, dan untuk cinta. Arti cinta yang ku maksud bukan cinta dalam segi pacaran, tapi cinta kepada keluarga, cinta kepada sahabat, dan pastinya cinta kepada Allah itu adalah hal yang pasti bagi ku sebagai Umat Muslim. Dalam segi budaya Harry Potter tidak terlalu menunjukkan budaya barat seperti film yang lainnya. Disini, Harry Potter banyak menunjukkan budaya sopan dan santun kepada masyarakat lewat watak para pemainnya, bener-bener cocok buat ditonton anak Sekolah Dasar. Dalam hal pendidikan hampir setiap scene terutama tokoh Hermione Granger yang diperankan oleh Emma Watson membuat terpukau, berkat pengetahuannya dia seringkali menolong Harry (Daniel Radcliffe) dan Ronald Weasley (Rupert Grint) ketika dalam bahaya. Mereka bertiga bersaudara. 

Aku hanya ingin memberikan interpretasi singkat ku tentang Novel dan Film Harry Potter yang sangat aku sukai hingga sekarang. Kisah Harry Potter yang dikarang oleh J.K. Rowling ini benar-benar menginspirasi ku, bersekolah di Hogwarts adalah mimpi indah ku, atau bertemu Daniel Radcliffe dan menjadi kekasihnya adalah impian ku saat kecil, haha lucu memang.. daya imajinasi ku sangat tinggi, terkadang ada rasa bahagia tersendiri ketika bisa memperagakan mantra-mantra dengan tongkat sihir. Di SD hanya sedikit teman-teman ku yang menyukai Harry Potter, ketika aku berbicara tentang  Harry Potter, tak ada yang mengerti, ku ajak nonton bareng, juga banyak yang gak mau. Saat SMP aku kembali mempromosikan Harry Potter. Kurang lebih saat SD, teman-teman ku yang mau mengikuti cerita Harry Potter sedikit. Mereka tak tertarik dengan Harry Potter. Berbeda saat SMA, di tahun 2017 aku tak mempromosikan Harry Potter lagi, aku hanya sering memposting foto Harry Potter di Instagram, lambat laun terdengar pertanyaan dari teman-teman “Cher, bagaimana ending Harry Potter?” “Cher, Dumbledore mati ya nanti?” dan masih banyak pertanyaan lainnya. Ga Cuma itu, aku juga dengar teman-teman ku membicarakan Harry Potter tanpa bertanya dengan ku, sepertinya mereka sangat kudet, Harry Potter pertama dirilis tahun 1999, Harry Potter tamat tahun 2010, dan sudah 7 tahun berlalu, mereka baru tau betapa bagusnya Harry Potter. Kesel juga kalau mereka ga tau aku udah jadi Potterhead sejak lama tapi malah sok-sok an ngasih tau jalan cerita HarPot ke aku T_T oiya, aku juga punya online shop Harry Potter loh guys :) follow ya @alohomora.bjm_shop

Btw, house ku di hufflepuff, house kalian dimana? Sudah tes di pottermore belum? Hehe komen ya dibawah ini!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen "Cahaya Rumah"

Alur    : Maju mundur Karya  : Cherry Rabiullan Sari Diterbitkan: Koran Radar Banjarmasin Edisi : 24 - 27 April 2017 Salah satu edisi koran Radar Banjarmasin Cahaya Rumah Kukuruyukk.. ayam sudah berkokok dan Cahaya belum juga bangun, “Cahh, bangunn! Shalat subuh dulu” teriak ibu Cahaya. Guling-guling segera disingkirkan Cahaya yang jiwanya masih setengah terkumpul untuk beranjak berwudhu, adik Cahaya bernama Cahyu datang ke kamar “molor muluu mentang-mentang libur” Cahaya cuek dengan ocehan adiknya yang super jail itu. terdengar suara Ayah Cahaya yang merdu sedang mengaji di ruang tamu, menenangkan sekali. Ya, setiap selesai sholat, Ayah Cahaya selalu mengaji. Terlebih lagi ketika ekonomi Cahaya yang sedang memburuk, dulunya Cahaya adalah anak yang berkecukupan lebih, Ayah Cahaya adalah seorang supervisor  di salah satu perusahaan ternama, dan Ibu Cahaya punya toko sembako. Tetapi suatu hari perusahaan ayah Cahaya bangkrut dan ay...

Masa Lalu

 Aku tak pernah tau apa yang terjadi pada kehidupan mereka Aku tak pernah merasakan jadi orang lain, Ketika aku lelah, memberi ruang dan waktu adalah alternatif untuk merasakan hal yang nyata di hidup. Tak sengaja, hujan itu gugur mendatangi tanah. air mata itu jatuh di pipi. Masa lalu.. Setiap orang memiliki masa lalunya sendiri, kita hanyalah manusia yang terluka, terbiasa berpura-pura tertawa, seakan tak ingin seluruh dunia mengasihaninya. Bodohnya, setiap manusia itu benar-benar berbeda namun tak pernah disadari. Sadari ia bukanlah dia. aku bukanlah kamu. mereka bukanlah kita. Sifat setiap manusia itu berbeda, aku yakini hal itu karena masa lalu. Masa lalu atau perjalanan hidup benar-benar berperan terhadap masa depan Memang setiap orang mampu membuat tembok antara masa lalu ia dengan masa kini, namun menurut ku itu hanya untuk tujuan hidupnya. Dalam perjalanan hidup, setiap kita akan selalu membawa masa lalu itu, dalam artian akumulasi dari segala kejadian yang telah lalu. Mas...

Review Text about Painting

The Storm Painting Painted by             : Raden Saleh Genre                    : Romantisme             We like this painting because it has a good mean and easy to understand by every person who see this painting but the painting has dark colour, so the ships not obvious.             This painting is made on 1851 with oil paint on canvas with size 97 x 74 width. The tittle of this painting is “Badai” or “The Storm” with the genre romantisme. Actually, in this painting, the painter want to tell his feeling that confused between desire to live and ideal imagination world and real life that complicated.             In the storm painting, we can look how Raden Saleh tell...