Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Bicara Cinta

Datang dan menghilang .. itu cinta. Bisa diatur, dibuat kriteria .. itu cinta. Sering bertemu dan berkomunikasi .. itu cinta. Cinta .. itu mitos. Cinta .. itu khayalan. Bukannya aku tidak pernah mencinta, bahkan aku pernah sangat mencinta. Dari begitu banyak rasa yang pernah ku lewati, cinta yang sering dinyanyikan itu tidak ada. Tidak ada cinta yang begitu tulusnya tanpa ada embel-embel dunia. Kecuali cintanya orang tua. Jangan terlalu berlebih dalam mencinta, khususnya kita bicara soal cinta dengan dia. Aku pernah jatuh cinta, dengan seorang laki-laki yang sesuai dengan kriteria. Wajah tampan, kaya raya, hidung mancung. Tapi itu semua berakhir begitu saja, karena rasa sudah tidak ada. Dan ia tidak setia atau aku yang terlalu kekanakan. Aku pernah jatuh cinta, dengan seorang laki-laki yang sesuai dengan kriteria. Pintar, tinggi, hidung mancung, dan dewasa. Tapi itu semua berakhir begitu saja, karena komunikasi sudah tidak ada. Dan i...

Pengalaman Gapyear #1 : Sekolah Tahfidz

Mungkin kebanyakan orang atau hampir semuanya malah berpikir "ih apaan si, sok ngambil gapyear segala. Udah buang-buang umur, ntar kuliahnya juga belum tentu berhasil" Well, waktu awal-awal gap, aku mikirin itu omongan orang semuanya, sempat ngerasa insecure dan ngerasa diri ini sangat bodoh. Belum lagi ditambah quotes-quotes di sosial media tentang -orang yang gagal adalah orang yang malas dan tidak berjuang- . Disitu ku merasa semakin sedih. Gue belum bisa mikir panjang tentang kegagalan dan belum bisa mendefinisikan kegagalan dari perspektif yang berbeda.  Gue kira hidup gue cuma sampai SMA, gue kira abis ini gue ga sanggup lagi hidup di dunia. Saking insecurenya gue tentang range kehidupan yang berbeda dari yang lain. Gue mutusin gapyear setelah gue tau ga diterima di Poltekkes Kemenkes Kalsel. Gue ikut tes Poltekkes setelah gue tau gue gagal di SBMPTN dan ga ada niatan ikutan mandiri, tes Poltekkes itu barengan sama pengumuman tes kesehatan...