Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Olimpiade Sastra Nasional 2017

Tak dididik untuk terdidik Nama pengarang: Cherry Rabiullan Sari Diterbitkan        : Koran Radar Banjarmasin  Edisi                  : 10 s/d 15 Agustus 2017 Pesawat Caca baru saja sampai di Banjarbaru, perjalanan dari Merauke ke Kalimantan memang jauh, “amboyyy, ramai sekali di Banjarbaru ini, jadi tak sabar pindah ke rumah baru” sorak Caca. Ia baru saja menyelesaikan pendidikannya di SMAN 1 Merauke, ia tinggal jauh dari orang tuanya. Ayahnya berkerja sebagai pengamat pendidikan, ibunya berkerja di Kantor Balai Bahasa di kota Merauke. Ironi, walaupun mempunyai keluarga lengkap ia merasa hidup yatim piatu. Tapi itu dulu, kini perjalanannya menuju Banjarbaru untuk merubah kehidupannya akan segera terwujud, mulai tahun ini ayahnya akan menjadi Rektor Universitas Lambung Mangkurat dan Ibunya juga akan berkerja di Kantor Balai Bahasa Kalimantan Se...

Review Text about Painting

The Storm Painting Painted by             : Raden Saleh Genre                    : Romantisme             We like this painting because it has a good mean and easy to understand by every person who see this painting but the painting has dark colour, so the ships not obvious.             This painting is made on 1851 with oil paint on canvas with size 97 x 74 width. The tittle of this painting is “Badai” or “The Storm” with the genre romantisme. Actually, in this painting, the painter want to tell his feeling that confused between desire to live and ideal imagination world and real life that complicated.             In the storm painting, we can look how Raden Saleh tell...

Interpretasi Ronggeng Dukuh Paruk

      Aku akan menjelaskan pandangan pengarang dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk. diambil dari segi ekonomi dan sosial, secara umum novel ini bersetting latar di Dukuh Paruk, dukuh yang masih berpenduduk sedikit dan kental dengan adat istiadat. Dukuh Paruk merupakan dukuh/desa yang miskin, diceritakan di novel bahwa masih banyak rumah penduduk disana yang beratap ilalang, bahkan anak Sakum pun diceritakan dengan mirisnya memakan serangga yang ada di sekitar rumahnya untuk menutupi rasa kelaparannya. Namun, berbeda jauh dengan keadaan si Ronggeng, mereka berada di tempat yang sama namun memiliki tingkat sosial yang berbeda.      Klimaks kehancuran Dukuh Paruk terjadi saat konflik komunis membakar Dukuh Paruk, namun warga disana tidak tau harus berbuat apa dan hanya bergantung pada Rasus.      Nah, kesimpulannya disini Ahmad Tohari sang penulis, menggambarkan bahwa dapat hancurnya ekonomi suatu daerah jika mayoritas pe...

Interpretasi Harry Potter

Why Harry Potter? Kamu harus nonton film Harry Potter dulu, baru baca blog ini :) Bagi yang belum pernah nonton Harry Potter pasti banyak yang bertanya “apa sih ramenya Harry Potter?” butt, buat Potterhead seperti aku, yang udah nonton Harry Potter ratusan kali, ga usah ditanya kenapa ga pernah bosen nonton Harry Potter. Aku suka Harry Potter sejak kelas 4 SD. Tapi aku udah tau Harry Potter sejak kelas 2 SD, namun saat itu aku ga terlalu mengerti apa itu Harry Potter, aku cuma tau itu adalah film. Hahaha..  Menurut ku, Film Harry Potter itu banyak banget pesan moralnya, dan banyak fakta yang nyebutin orang yang suka nonton Harry Potter adalah orang yang memiliki pemikiran kompleks. Harry potter mengajarkan kesetiaan, kekuatan, kecerdasan juga keberanian yang semuanya berawal dari cinta, dan untuk cinta. Arti cinta yang ku maksud bukan cinta dalam segi pacaran, tapi cinta kepada keluarga, cinta kepada sahabat, dan pastinya cinta kepada Allah itu adalah hal yang past...