Langsung ke konten utama

Pernah dapat Hate Speech?

Kali ini aku pake kata 'gue' ya.. hahaha

Mungkin bagi kalian yang kenal gue tapi ga tau gue yang sebenernya, pasti banyak banget impression tentang sikap gue. Gue sering banget denger gosip tentang diri gue, kalau gue sering dibilang "pencari masalah" dan hebatnya gue ga kenal sama orang yang bilang gitu, kenal aja engga apalagi akrab. Ga salah lagi kalau itu adalah semacam "FITNAH" buat gue. Ya gue sih ga gimana-gimana. Udah biasa dibilangin macem-macem, tapi kayanya klarifikasi diperlukan buat ngelurusin pikiran orang-orang untuk gak salah persepsi dan ga jadi dosa nantinya buat mereka yang sok kenal sama gue itu.

Pertama, gue nanya dulu deh, lo tau hate speech? Hate speech itu ucapan kebencian atau tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain. (Semacam bullying)
tapi lucu aja orang jaman now sukanya ngebully dibelakang, pas ketemu malah diem-dieman. Senyum-senyuman. What the? pencitraan banget. Kebanyakan sih yang dapat hate speech itu para artis/selebgram, nah gue ini bukan artis/selebgram. Tapi anehnya, gue selalu jadi sasaran empuk untuk para netizen buat berkomentar. Sebenernya kejadian macam gini sih udah gue alamin sejak SD. Kalau di SD sih masalahnya paling masalah ranking yak, tentang persaingan. hahaha. Lah di SMA boro-boro bersaing, rangking aja kaga pernah dapet gua:) waktu SD gua ga pernah keluar dari 3 besar, dan sampai UN pun gua masuk 3 besar nilai tertinggi se-Kota, keberuntungan gua itu berlanjut sampai kelas 7 (1 SMP) dan saat itu akhirnya gua dapetin ranking 1 untuk yang pertama dan terakhir kalinya semasa gue sekolah 12 tahun. Selanjutnya gua cuma masuk 10 besar dan paling mentok ranking kepala 2. HAHAHAHA parah gila-_- nah ini bukan buat sombongin diri yaaa... pengen cerita aja.. gua ga menyesalkan semua yang telah terjadi di hidup gua saat sekolah kenapa gua ga ranking, dan makanya gua sebut itu 'keberuntungan' dalam hal akademik. Karena dibalik semua itu sebenernya gua belajar banyak banget dari hidup, dan pengalaman gua lebih keren dari apa yang disebut 'ranking' (buat diri gua sendiri, ga tau kalau hidup lo gimana jalaninya) jadi intinya gua mikir dibalik kehilangannya rejeki ranking gua, sebenernya gua dikasih gantinya oleh ALLAH SWT. so, i dont worry about my future.

Nah jadi gini ceritanya waktu itu gue masih kelas 3 SMP atau kelas 9. Kelas gue di 9H, katanya sih kelas 'unggulan' kelasnya anak-anak yang beruntung dalam hal akademik lah... dan emang bener sihhh, disana gue ngerasain persaingannya, dan itu yang bikin gue berpikir "ah gapapa lah rangking segini di kelas unggulan, toh semuanya anak pinter" dan.... yaa.... lo tau deh habis itu gua keterusan mikir gitu sampai di SMA karena SMA gua juga katanya SMA UNGGULAN di kota gua. Padahal, orang-orangnya sama ajaa.. yang ada guenya aja yang males belajar dan lebih suka mengeksplor diri buat cari pengalaman daripada cari rangking. Tapi akibatnya ya gua ga dapet SNMPTN sampai temen-temen gua aja bingung "kok bisa cherry ga dapet?" And blaablaablaaa. HATE SPEECH PUN DIMULAI.

Nah di SMP  itu gue udah mulai getol sama yang namanya 'sosial media', dulu ada aplikasi yang bisa disetting anonim, jadi kita bisa ask siapa aja tanpa ketahuan kita siapa. Awalnya ya fine-fine aja, lama kelamaan gue eneg ngeliatin TL yang isinya HATE SPEECH doang, dan answerannya berlaga seperti artis. Padahal kita ga tau kalau dia ask sendiri answer sendiri, cari sensasi (Padahal jomblo, ha).
Unexpectedly! Gua dapet hatespeech coi! Yang ujarannya itu mengarah ke sekolah gua (mungkin karena dia ga bisa lulus ke sekolah gue dulu) tapi asknya ke gue. Ok fine. Gue di ask, dan otomatis pasti lu jawab kan kalau ada orang yang nanya lo? Begitupun gue! Apalagi saat itu gue masih ABG LABIL *CYELAAAH.
Dengan sabar gue bales tuh ask pake kata-kata yang sopan, dan ga ada maksud buat nyakitin siapa-siapa. Gue jujur tuh padahaaal.... tapi entah kenapa kejujuran malah dibalas kebencian, semakin gue jawab semakin banyak yang ngebully gue dan itutuh so far from reality! Dari situ gue udah dibenci orang-orang, padahal gua gatau siapa aja yang ngebully gue waktu itu, tapi kayanya orang-orang itu adalah teman SMA gue.
Dan bener aja, di SMA gue ga bisa sebebas saat SMP. Gue ga bisa bebas bergaul dengan anak-anak disana. Pelajarannya, gue udah mulai pilih-pilih temen karena ga jarang gue ketemu temen yang ga cocok sama gua dan akhirnya membawa pengaruh negatif buat gua. Temen yang kayagitu gua jauhin, nah kalau kalian nanya temen yang kayagimana yang gue hindari? Yaitu temen yang HEDONISME dan HOBBY HATE SPEECH. Karena gue sudah mengalami betapa ga enaknya maksain hidup sesuai trend dan hidup saat difitnah walaupun ga bertatap muka, tapi lewat sosial media malah jangkauannya lebih luas dan itu berdampak di kehidupan nyata. Akhirnya di SMA, gue lebih mengeksplor diri gue untuk ikut kegiatan organisasi, tapi bukan OSIS. Karena waktu itu gue ga dibolehin ikut LDKS sama orang tua :( dan syukurnya temen-temen gue di organisasi itu (Jurnalistik) baik-baik banget dan saling supporrt. Gue butuh orang-orang seperti mereka dalam hidup gua.

Ga cuma itu aja sih... banyak banget hal yang dipikirkan orang tentang gue dan jauh dari kenyataan. Tapi bakal kepanjangan kalau gua tulis disini. Dan inilah bukti kalau manusia itu kompleks dan complicated banget, kita ga bisa nebak bagaimana kehidupan mereka dan mengapa sikapnya jadi seperti. Kita cuma bisa menciba memahami dan sebisa mungkin menjaga sikap dan mulut. Jadi mulai SMA, gue jadi sering mengamati sikap orang-orangnya dulu sebelum gue jadiin temen deket.

Gue cuma mau bilang "KALAU KITA BENER, YA GA USAH PIKIRIN KATA-KATA MEREKA, BOLEH SEDIH TAPI JANGAN BERLARUT. KARENA YANG TERPENTING DALAM HIDUP ADALAH BAGAIMANA CARA KITA BISA NEMUIN HIKMAH DIBALIK SETIAP PERJALANAN HIDUP KITA" #keepgoing #keephappy

Kalau kalian punya cerita yang serupa, jangan lupa share di koment

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen "Cahaya Rumah"

Alur    : Maju mundur Karya  : Cherry Rabiullan Sari Diterbitkan: Koran Radar Banjarmasin Edisi : 24 - 27 April 2017 Salah satu edisi koran Radar Banjarmasin Cahaya Rumah Kukuruyukk.. ayam sudah berkokok dan Cahaya belum juga bangun, “Cahh, bangunn! Shalat subuh dulu” teriak ibu Cahaya. Guling-guling segera disingkirkan Cahaya yang jiwanya masih setengah terkumpul untuk beranjak berwudhu, adik Cahaya bernama Cahyu datang ke kamar “molor muluu mentang-mentang libur” Cahaya cuek dengan ocehan adiknya yang super jail itu. terdengar suara Ayah Cahaya yang merdu sedang mengaji di ruang tamu, menenangkan sekali. Ya, setiap selesai sholat, Ayah Cahaya selalu mengaji. Terlebih lagi ketika ekonomi Cahaya yang sedang memburuk, dulunya Cahaya adalah anak yang berkecukupan lebih, Ayah Cahaya adalah seorang supervisor  di salah satu perusahaan ternama, dan Ibu Cahaya punya toko sembako. Tetapi suatu hari perusahaan ayah Cahaya bangkrut dan ay...

Masa Lalu

 Aku tak pernah tau apa yang terjadi pada kehidupan mereka Aku tak pernah merasakan jadi orang lain, Ketika aku lelah, memberi ruang dan waktu adalah alternatif untuk merasakan hal yang nyata di hidup. Tak sengaja, hujan itu gugur mendatangi tanah. air mata itu jatuh di pipi. Masa lalu.. Setiap orang memiliki masa lalunya sendiri, kita hanyalah manusia yang terluka, terbiasa berpura-pura tertawa, seakan tak ingin seluruh dunia mengasihaninya. Bodohnya, setiap manusia itu benar-benar berbeda namun tak pernah disadari. Sadari ia bukanlah dia. aku bukanlah kamu. mereka bukanlah kita. Sifat setiap manusia itu berbeda, aku yakini hal itu karena masa lalu. Masa lalu atau perjalanan hidup benar-benar berperan terhadap masa depan Memang setiap orang mampu membuat tembok antara masa lalu ia dengan masa kini, namun menurut ku itu hanya untuk tujuan hidupnya. Dalam perjalanan hidup, setiap kita akan selalu membawa masa lalu itu, dalam artian akumulasi dari segala kejadian yang telah lalu. Mas...

Review Text about Painting

The Storm Painting Painted by             : Raden Saleh Genre                    : Romantisme             We like this painting because it has a good mean and easy to understand by every person who see this painting but the painting has dark colour, so the ships not obvious.             This painting is made on 1851 with oil paint on canvas with size 97 x 74 width. The tittle of this painting is “Badai” or “The Storm” with the genre romantisme. Actually, in this painting, the painter want to tell his feeling that confused between desire to live and ideal imagination world and real life that complicated.             In the storm painting, we can look how Raden Saleh tell...