Langsung ke konten utama

Pidato perpisahan dari adik kelas

Ass. Disini saya akan memberikan contoh pidato yang pernah saya bawakan saat saya disuruh mewakili adik kelas untuk membacakan pidato atau kurang lebihnya sering disebut sambutan kesan dan pesan. memang sambutan ini cukup panjang. Tapi sambutan ini memberikan kesan dan pesan yang dalam menurut saya dan membuat para pendengar terharu dan memberikan applause. semoga bermanfaat :) kurang dan lebihnya mohon dimaafkan :)



    Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarakatuh

1. Yang terhormat kepala SMPN 2 Banjarbaru beserta wakil

2. Yang kami hormati ibu-ibu dan bapak-bapak guru SMPN 2 Banjarbaru

3. Seterusnya yang kami banggakan dan kami cintai kakak-kakak kami siswa kelas IX SMPN 2 Banjarbaru yang tak lama lagi akan meninggalkan keluarga besar SMPN 2 Banjarbaru

4. Dan seluruh hadirin serta tamu yang kami muliakan & kami banggakan.

Syukur Alhamdulillah senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua terutama berupa rahmat kesehatan dan kesempatan sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam rangka menghadiri dan mengikuti acara perpisahan antara keluarga besar SMPN 2 Banjarbaru dengan siswa kelas IX SMPN 2 Banjarbaru tahun ajaran 2013/2014

kakak-kakak yang kami banggakan dan kami cintai

  Seiring dengan perjalanan waktu, tidak terasa sudah 3 tahun kakak mengenyam pendidikan di SMPN 2 Banjarbaru. Pada hari ini waktu juga lah yang mengantarkan kakak-kakak ke ujung kebersamaan kita. Pada hari ini kita masih dapat bercengkerama dan bercanda bersama, namun hari-hari indah tersebut telah berlalu seiring dengan berlalunya sang waktu, tiada lagi tawa ria, tiada lagigurau dan canda  yang biasanya menghiasi kebersamaan kita. semuanya itu hanya tinggal kenangan dan nostalgia yang akan tetap terpatri didalam hati kita masing-masing. pada kesempatan ini perkenankan saya mengucapkan kata-kata bijak:

Sahabat .... biarkan aliran mata air mata ini jatuh sederasnya, biarkan dia mengalir mengucapkan kata-kata seindah-indahnya. biarkan dia ... karena air mata tak berarti sedih, air mata tak berarti duka, air mata juga lambang bahagianya hati. biarkan dia menemani kita. biarkan ... karena dia memang hadir untuk ini, untuk perpisahan.

kakak-kakak yang kami banggakan 

   Selama kami bergaul dengan kakak-kakak, telah banyak pengalaman-pengalaman berharga yang kami peroleh, baik itu pengalaman dalam berorganisasi ataupun pengalaman yang berupa keterampilan. pengalaman-pengalaman tersebut sangat berguna bagi kami terutama dalam hal pembentukan sikap, kepribadian dan karakter. Untuk itu dalam kesempatan yang baik ini kami mengucapkan terima kasih kepada kakak-kakak yang telah melatih dan membimbing kami dalam mentransfer pengalaman berharga tersebut kepada kami. akan kami kenang dan akan terpatri bersama kenangan lainnya.

   kemudian disamping itu kami juga menyadari bahwa selama kami bergaul bersama kakak-kakak tentunya kami tak terlepas dari kesalahan dan kekhilafan. Maka kami memohon maaf yang sebesar-besarnya, sebab bak kata pepatah mengatakan TAK ADA GADING YANG TAK RETAK, SELAIN DARI GADING YANG BERTUAH. TAK ADA MANUSIA YANG TAK BERSALAH, SELAIN DARI PADA ALLAH.

   sebaliknya jikalau ada kekhilafan atau kesalahan kakak-kakak, terhadap kami adik-adik kelas 7 dan 8, kami pun memaafkannya terlebih dahulu.

kakak-kakak yang kami banggakan

  Diujung kebersamaan, tiada kata-kata indah yang dapat kami rangkaikan untuk mengiringi kepergian kakak-kakak selain doa dari kami adik-adik kelas VII dan VIII. pesan kami  kepada kakak, ketahuilah bahwa hari ini merupakan akhir dari kebersamaan kita di SMPN 2 Banjarbaru yang kita cintai, dan bagi kakak melangkah dan menapakkan kaki ke masa depan guna meraih cita-cita. melangkah lah dengan pasti untuk meraih bintang, menggapai cita-cita dan masa depan yang lebih baik, kami adik-adik akan mengiringi dengan doa semoga apa yang kakak cita-citakan tercapai hendaknya. kemudian kami juga berpesan kepada kakak-kakak dimana saja kakak-kakak berada nantinya. jagalah nama baik SMPN 2 Banjarbaru, nama baik keluarga, nama baik kita sendiri, Ingat dan hormatilah bapak-bapak dan ibu-ibu guru yang telah bersusah payah mendidik, membimbing, dan mengajar kita selama 3 tahun di SMPN 2 Banjarbaru.

       Demikianlah pesan kesan kami adik-adik. ini lah 2 bait pantun untuk kakak-kakak.

1. kalau lah tidak karena hama

tidak lah rusak padi di sawah

kalau lahtidak karena cita-cita

tidak lah kita akan berpisah

2. Orang aceh sedang sembahyang

hari jumat tengah hari

pergi lah kakak pergi lah berjuang

pandai-pandai lah menjaga diri

  Akhir kata, selamat jalan, selamat berjuang.

Wabillahitaufik Walhidayah Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen "Cahaya Rumah"

Alur    : Maju mundur Karya  : Cherry Rabiullan Sari Diterbitkan: Koran Radar Banjarmasin Edisi : 24 - 27 April 2017 Salah satu edisi koran Radar Banjarmasin Cahaya Rumah Kukuruyukk.. ayam sudah berkokok dan Cahaya belum juga bangun, “Cahh, bangunn! Shalat subuh dulu” teriak ibu Cahaya. Guling-guling segera disingkirkan Cahaya yang jiwanya masih setengah terkumpul untuk beranjak berwudhu, adik Cahaya bernama Cahyu datang ke kamar “molor muluu mentang-mentang libur” Cahaya cuek dengan ocehan adiknya yang super jail itu. terdengar suara Ayah Cahaya yang merdu sedang mengaji di ruang tamu, menenangkan sekali. Ya, setiap selesai sholat, Ayah Cahaya selalu mengaji. Terlebih lagi ketika ekonomi Cahaya yang sedang memburuk, dulunya Cahaya adalah anak yang berkecukupan lebih, Ayah Cahaya adalah seorang supervisor  di salah satu perusahaan ternama, dan Ibu Cahaya punya toko sembako. Tetapi suatu hari perusahaan ayah Cahaya bangkrut dan ay...

Masa Lalu

 Aku tak pernah tau apa yang terjadi pada kehidupan mereka Aku tak pernah merasakan jadi orang lain, Ketika aku lelah, memberi ruang dan waktu adalah alternatif untuk merasakan hal yang nyata di hidup. Tak sengaja, hujan itu gugur mendatangi tanah. air mata itu jatuh di pipi. Masa lalu.. Setiap orang memiliki masa lalunya sendiri, kita hanyalah manusia yang terluka, terbiasa berpura-pura tertawa, seakan tak ingin seluruh dunia mengasihaninya. Bodohnya, setiap manusia itu benar-benar berbeda namun tak pernah disadari. Sadari ia bukanlah dia. aku bukanlah kamu. mereka bukanlah kita. Sifat setiap manusia itu berbeda, aku yakini hal itu karena masa lalu. Masa lalu atau perjalanan hidup benar-benar berperan terhadap masa depan Memang setiap orang mampu membuat tembok antara masa lalu ia dengan masa kini, namun menurut ku itu hanya untuk tujuan hidupnya. Dalam perjalanan hidup, setiap kita akan selalu membawa masa lalu itu, dalam artian akumulasi dari segala kejadian yang telah lalu. Mas...

Review Text about Painting

The Storm Painting Painted by             : Raden Saleh Genre                    : Romantisme             We like this painting because it has a good mean and easy to understand by every person who see this painting but the painting has dark colour, so the ships not obvious.             This painting is made on 1851 with oil paint on canvas with size 97 x 74 width. The tittle of this painting is “Badai” or “The Storm” with the genre romantisme. Actually, in this painting, the painter want to tell his feeling that confused between desire to live and ideal imagination world and real life that complicated.             In the storm painting, we can look how Raden Saleh tell...