Langsung ke konten utama

Inisiatif pemuda Banjar sebagai mitigasi bencana banjir di Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan dikelilingi sungai besar dan kecil. Kalimantan Selatan memiliki beragam budaya dan keanekaragaman flora dan fauna. Kini Kalsel sedang sakit, Belum juga usai dari wabah covid-19 banjir bandang menimpa Kalsel. Melanda hampir di semua kabupaten/kota. Banjir ini melenyapkan semua mimpi-mimpi masyarakatnya. Memorak porandakan tiang-tiang kokoh rumah yang tinggi. Hanyut bersama arus air yang deras saat hujan tak kunjung berhenti. Banyak yang kehilangan harta, benda bahkan keluarga. Tak pernah ada yang menduga. Takdir semesta.   

Musibah ini menyisakan banyak duka dan puing-puing luka. Air tampak keruh tak bening seperti sedia kala. Membuka banyak mata dan hati siapa pun yang mendengar dan melihat berita. Membuat mereka bergotong royong, membantu dan menolong tanpa membedakan ras, suku dan agama. Dalam bentuk uang, barang, tenaga, dan doa-doa.

Ketika air mulai tampak surut, Namun, tak ada lagi tempat teduh dan bertandang. Kalsel Kembali membangun dan memberikan seutuhnya cinta kasih yang telah bercampur dengan rasa kehilangan.

 

Dengan adanya musibah ini Tuhan telah menyelipkan makna kehidupan. Agar selalu mencintai dan menghargai sesama makhluk ciptaan-Nya. Tidak serakah dalam menikmati hasil titipan Tuhan. Mampu menjaga dan melestarikan alam. Mempertanggungjawabkan segala kegiatan yang mengakibatkan kerusakan. Agar Kalsel tetap dapat menikmati hidup dengan damai dengan saling menjaga dan tidak saling menyalahkan.

 

Menanggapi kejadian ini, pemuda/i Kalimantan Selatan tidak tinggal diam, selain melakukan gerakan sosial seperti penggalangan dana yang akan dibelikan sembako, namun juga penanaman pohon kembali karena salah satu penyebab banjir adalah karena erosi dan gundulnya hutan. dibuatlah gerakan yang dinamakan KGH.

 

Kolaborasi Generasi Hijau (KGH) adalah gerakan relawan gabungan komunitas/organisasi pemuda/i di Kalimantan Selatan. Kolaborasi ini diinisiasi oleh Abiyyu Erlangga Antajaya seorang mahasisswa FISIP ULM dan mengajak beberapa partnernya yaitu Cherry Rabiullan Sari sebagai Sekretaris, M. Riandi sebagai Humas, M. Ega Raedi sebagai Media, Adis sebagai Koordinator Lapangan dan Haliza Atma Aura sebagai bendahara dan perlengkapan.

Gerakan ini juga membuka membuka penggalangan dana yang akan dibelikan bibit pohon juga biaya perawatan untuk ditanam di daerah Kalimantan Selatan dan Pembuatan Video tentang lingkungan, yang bertujuan untuk mendukung tujuan ke-13 dari SDGs 2030 yaitu penanganan perubahan iklim, Tujuan ini secara spesifik memiliki 2 target yaitu:

(i)              Penguatan ketahahanan dan kapasitas adaptasi terhadap bencana berkaitan dengan iklim dan bencana alam seperti banjir yang telah terjadi di Kalimantan Selatan;

(ii)        Meningkatkan pendidikan, kesadaran dan kapasitas manusia dan lembaga untuk mitigasi, adaptasi, penurunan dampak dan peringatan dini terhadap perubahan iklim lewat kampanye video.


 

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2021 mulai dari pukul 08.00 hingga 11.00, dengan bibit yang ditanam yaitu Mahoni. Banyak sekali persiapan juga tahapan sebelum acara dilaksanakan. Kurang lebih sebulan persiapan mulai dari pembersihan lahan, pembelian bibit juga kontrol penanaman menuju hari-H acara.

 

Adapun komunitas/organisasi yang berpartisipasi dalam acara KGH adalah Politeknik Hasnur, BEM Polihasnur, HIMA BTP, Relawan Mengajar, Inspiralova, Djadoel Production, Sanggar Titian Barantai, Biiu, Mulai disini, Green Generation Banjarmasin, Nanang Galuh (PNGB), PMI, Literasi Banua, D'Share dan jumlah Kehadiran ada 40 orang.

 

 Semoga dengan adanya gerakan ini dapat menjadi teladan bagi masyarakat lain untuk tetap melestarikan hutan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen "Cahaya Rumah"

Alur    : Maju mundur Karya  : Cherry Rabiullan Sari Diterbitkan: Koran Radar Banjarmasin Edisi : 24 - 27 April 2017 Salah satu edisi koran Radar Banjarmasin Cahaya Rumah Kukuruyukk.. ayam sudah berkokok dan Cahaya belum juga bangun, “Cahh, bangunn! Shalat subuh dulu” teriak ibu Cahaya. Guling-guling segera disingkirkan Cahaya yang jiwanya masih setengah terkumpul untuk beranjak berwudhu, adik Cahaya bernama Cahyu datang ke kamar “molor muluu mentang-mentang libur” Cahaya cuek dengan ocehan adiknya yang super jail itu. terdengar suara Ayah Cahaya yang merdu sedang mengaji di ruang tamu, menenangkan sekali. Ya, setiap selesai sholat, Ayah Cahaya selalu mengaji. Terlebih lagi ketika ekonomi Cahaya yang sedang memburuk, dulunya Cahaya adalah anak yang berkecukupan lebih, Ayah Cahaya adalah seorang supervisor  di salah satu perusahaan ternama, dan Ibu Cahaya punya toko sembako. Tetapi suatu hari perusahaan ayah Cahaya bangkrut dan ay...

Masa Lalu

 Aku tak pernah tau apa yang terjadi pada kehidupan mereka Aku tak pernah merasakan jadi orang lain, Ketika aku lelah, memberi ruang dan waktu adalah alternatif untuk merasakan hal yang nyata di hidup. Tak sengaja, hujan itu gugur mendatangi tanah. air mata itu jatuh di pipi. Masa lalu.. Setiap orang memiliki masa lalunya sendiri, kita hanyalah manusia yang terluka, terbiasa berpura-pura tertawa, seakan tak ingin seluruh dunia mengasihaninya. Bodohnya, setiap manusia itu benar-benar berbeda namun tak pernah disadari. Sadari ia bukanlah dia. aku bukanlah kamu. mereka bukanlah kita. Sifat setiap manusia itu berbeda, aku yakini hal itu karena masa lalu. Masa lalu atau perjalanan hidup benar-benar berperan terhadap masa depan Memang setiap orang mampu membuat tembok antara masa lalu ia dengan masa kini, namun menurut ku itu hanya untuk tujuan hidupnya. Dalam perjalanan hidup, setiap kita akan selalu membawa masa lalu itu, dalam artian akumulasi dari segala kejadian yang telah lalu. Mas...

Review Text about Painting

The Storm Painting Painted by             : Raden Saleh Genre                    : Romantisme             We like this painting because it has a good mean and easy to understand by every person who see this painting but the painting has dark colour, so the ships not obvious.             This painting is made on 1851 with oil paint on canvas with size 97 x 74 width. The tittle of this painting is “Badai” or “The Storm” with the genre romantisme. Actually, in this painting, the painter want to tell his feeling that confused between desire to live and ideal imagination world and real life that complicated.             In the storm painting, we can look how Raden Saleh tell...