Langsung ke konten utama

Menjadi Generasi Terkemuka bersama Universitas Lambung Mangkurat



Menjadi mahasiswa mungkin impian setiap orang, tidak hanya menjadi mahasiswa yang sekedar kuliah, tapi juga menjadi mahasiswa yang lulus tepat waktu dengan gelar cumlaude (Pujian).
Hakikatnya mahasiswa mempunyai peran yang lebih penting dari itu, ketika seorang pelajar yang telah berubah status menjadi lebih tinggi yaitu mahasiswa, maka dari segi pemikiran juga tindakan harus lebih kritis dan dipikirkan.
Selain itu, pemilihan kampus juga berpengaruh pada keberlangsungan dan perkembangan minat mahasiswa. Kampus yang berakreditasi A dan terkemuka di bidang IPTEK yang mempertautkan profesionalisme dengan ilmu-ilmu dan teknologi akan menjadi pertimbangan agar menjadi kampus pilihan. Universitas Lambung Mangkurat adalah salah satu kampus yang tepat untuk melanjutkan pendidikan, selain menjadi centre of excellent di bidang kajian unggulan lingkungan lahan basah, kampus ini juga mempunyai visi sebagai berikut 

"Terwujudnya ULM sebagai Universitas terkemuka dan berdaya saing di bidang lingkungan lahan basah”

Universitas Lambung Mangkurat mempunyai tujuan untuk unggul dan kompetitif dalam IPTEK. Hingga Setiap fakultas di Universitas Lambung Mangkurat berkesinambungan mempunyai satu tujuan. 
Ada banyak persepsi untuk visi yang dibangun Universitas Lambung Mangkurat dari berbagai latar belakang mahasiswa.
Dalam pertanian, visi kampus Universitas Lambung Mangkurat yang sering disingkat ULM ini artinya mempunyai fokus di semua sektor lahan basah yang bisa dikembangkan dari lahan suboptimal menjadi lahan produktif. Lahan tidur yang tergolong banyak perlu direncanakan pembangunannya, disinilah peran mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat untuk mengolah proses dan metode untuk mewujudkan visi kampus tercinta. 

 
Ada banyak kesempatan untuk memberikan inovasi juga berkontribusi untuk daerah dimana tempat kita tinggal jika berkuliah di Universitas Lambung Mangkurat. 

Visi ini setiap tahunnya selalu diperkenalkan kepada para mahasiswa baru yang memasuki masa Perkenalan Kegiatan Kampus, namun tidak semua memahami secara mendalam akan maksud dari visi ini.

Jika ditafsirkan melalui bidang ekonomi, Lahan Basah adalah lahan dimana para masyarakat mampu bersaing di ladang kerja, dan berpotensi menjadi negeri emas pada tahun 2045 juga mencapai suistainable development goals 2030 yang telah disepakati para pemimpin dunia. 


Ada banyak hal yang mampu dilakukan mahasiswa untuk membanggakan Universitasnya, terkhusus Universitas Lambung Mangkurat. Berdasarkan wawancara saya dengan dua orang organisator kampus ULM dari latar belakang pendidikan yang berbeda yaitu Fajril Ismatullah Baboho yang berasal dari program studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik dan Taufiq Ramadhan dari program studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian. Pada intinya mereka menanamkan tujuan yang sama untuk memajukan Bangsa dan menularkan rasa semangat kepada para mahasiswa yaitu mensosialisasikan apa yang harus dipecahkan dari masalah yang ada di lahan basah dengan menyamakan pemikiran hingga akan ditemukan resolusi yang lebih baik untuk visi kedepannya.

Menjaga nama baik Universitas Lambung Mangkurat dan memperkenalkannya ke dunia luar juga penting agar kampus ternama di Kalimantan Selatan ini mampu berdaya saing dan terkemuka.

Menjaga spiritualitas ditengah sibuknya kegiatan kuliah dan selalu berinovasi dalam membuat terobosan di lahan gambut, meneliti system perairan dalam ilmu hidrologi juga penting agar terwujudnya visi ULM.

Salah satu mahasiswa pertanian yang juga mempunyai mimpi akan menciptakan produk sebuah alat dalam mengatur system air ketika kemarau hingga kekeringan air dapat dicegah.

Hal ini menunjukkan Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat dibimbing untuk memikirkan seberapa penting iklim di Indonesia yang tidak menentu dan ketersediaan cadangan air yang harus merata hingga sampai pada seluruh penjuru Kalimantan.

Melihat potensi para mahasiswa ULM, saya yakin ULM akan menjadi kampus yang terkemuka dan berdaya saing dan pantas menjadi Kampus Pilihanku 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen "Cahaya Rumah"

Alur    : Maju mundur Karya  : Cherry Rabiullan Sari Diterbitkan: Koran Radar Banjarmasin Edisi : 24 - 27 April 2017 Salah satu edisi koran Radar Banjarmasin Cahaya Rumah Kukuruyukk.. ayam sudah berkokok dan Cahaya belum juga bangun, “Cahh, bangunn! Shalat subuh dulu” teriak ibu Cahaya. Guling-guling segera disingkirkan Cahaya yang jiwanya masih setengah terkumpul untuk beranjak berwudhu, adik Cahaya bernama Cahyu datang ke kamar “molor muluu mentang-mentang libur” Cahaya cuek dengan ocehan adiknya yang super jail itu. terdengar suara Ayah Cahaya yang merdu sedang mengaji di ruang tamu, menenangkan sekali. Ya, setiap selesai sholat, Ayah Cahaya selalu mengaji. Terlebih lagi ketika ekonomi Cahaya yang sedang memburuk, dulunya Cahaya adalah anak yang berkecukupan lebih, Ayah Cahaya adalah seorang supervisor  di salah satu perusahaan ternama, dan Ibu Cahaya punya toko sembako. Tetapi suatu hari perusahaan ayah Cahaya bangkrut dan ay...

Masa Lalu

 Aku tak pernah tau apa yang terjadi pada kehidupan mereka Aku tak pernah merasakan jadi orang lain, Ketika aku lelah, memberi ruang dan waktu adalah alternatif untuk merasakan hal yang nyata di hidup. Tak sengaja, hujan itu gugur mendatangi tanah. air mata itu jatuh di pipi. Masa lalu.. Setiap orang memiliki masa lalunya sendiri, kita hanyalah manusia yang terluka, terbiasa berpura-pura tertawa, seakan tak ingin seluruh dunia mengasihaninya. Bodohnya, setiap manusia itu benar-benar berbeda namun tak pernah disadari. Sadari ia bukanlah dia. aku bukanlah kamu. mereka bukanlah kita. Sifat setiap manusia itu berbeda, aku yakini hal itu karena masa lalu. Masa lalu atau perjalanan hidup benar-benar berperan terhadap masa depan Memang setiap orang mampu membuat tembok antara masa lalu ia dengan masa kini, namun menurut ku itu hanya untuk tujuan hidupnya. Dalam perjalanan hidup, setiap kita akan selalu membawa masa lalu itu, dalam artian akumulasi dari segala kejadian yang telah lalu. Mas...

Review Text about Painting

The Storm Painting Painted by             : Raden Saleh Genre                    : Romantisme             We like this painting because it has a good mean and easy to understand by every person who see this painting but the painting has dark colour, so the ships not obvious.             This painting is made on 1851 with oil paint on canvas with size 97 x 74 width. The tittle of this painting is “Badai” or “The Storm” with the genre romantisme. Actually, in this painting, the painter want to tell his feeling that confused between desire to live and ideal imagination world and real life that complicated.             In the storm painting, we can look how Raden Saleh tell...