Langsung ke konten utama

Berkarya itu ga cuma tentang hiburan



Bagi ku berkarya itu banyak makna, maksimalkan aksi, minim wacana.
membuat karya tidak perlu harus punya gear yang mahal, bagus, dan lengkap.
Berkarya lebih dari itu, bukan tentang hiburan, ini tentang pemaknaan diri manusia.

Menurut ku, berkarya itu mampu mengubah dunia. Dunia yang sangat dinamis ini perlu untuk diberi solusi.

Berkarya tidak hanya berhubungan dengan dunia digital, berkaryalah dengan otak. Buatlah suatu usaha, produk atau solusi bagaimana berinteraksi dengan manusia lainnya.

Berkarya lebih dari sekedar mencari objek nyata untuk difoto lalu dibagikan lewat video.

Berkarya lebih dari sekedar memegang kamera, tripod atau berbicara di depan layar.

Berkarya lebih dari itu, berkarya itu suatu aksi dimana semua manusia mampu mengimplementasikan nilai-nilai kehidupannya.

Berkarya itu banyak macamnya, duduk di tengah senja sembari mengaduk adunan roti, itu karya.

Duduk di halaman sembari hirup uap panas kopi, hingga akhirnya mampu menemukan mindset kehidupan baru, itu juga karya.

Menulis blog di tengah malam pukul 00.36 Rabu, 4 September 2019 juga berkarya.

Merintis usaha bimbel dan menemukan solusi untuk dunia pendidikan, itu juga karya besar.

Ciptakanlah sebuah hal kecil yang berguna untuk sekitar dan mampu menginspirasi orang-orang.

kalau kamu? sudah menciptakan karya apa hari ini?

Komentar

  1. Berkarya->hasil->senang->hiburan
    Dari kita mulai berpikir untuk membuat sebuah karya sampai pada akhirnya terbentuklah sebuah karya, itu membuat kita senang dan puas. Saat itu kita (manusia) mengeluarkan hormon yang namanya serotinin. Saat senang, kita merasa bahwa diri kita ini terhibur secara tidak sadar tiba-tiba kita tersenyum gembira. Saat itulah saya berfikir bahwa berkarya itu tetaplah sebuah hiburan, karena saya merasa senang, apa yang ada dalam otak saya semua sudah tersalurkan.

    BalasHapus
  2. Yap betull, maka dari itu yang saya katakan lebih kepada objek dari karya tersebut kalau berkarya itu ga cuma tentang hiburan, namun dengan berkarya sudah pasti meninggalkan rasa senang dan puas, yuhuu

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen "Cahaya Rumah"

Alur    : Maju mundur Karya  : Cherry Rabiullan Sari Diterbitkan: Koran Radar Banjarmasin Edisi : 24 - 27 April 2017 Salah satu edisi koran Radar Banjarmasin Cahaya Rumah Kukuruyukk.. ayam sudah berkokok dan Cahaya belum juga bangun, “Cahh, bangunn! Shalat subuh dulu” teriak ibu Cahaya. Guling-guling segera disingkirkan Cahaya yang jiwanya masih setengah terkumpul untuk beranjak berwudhu, adik Cahaya bernama Cahyu datang ke kamar “molor muluu mentang-mentang libur” Cahaya cuek dengan ocehan adiknya yang super jail itu. terdengar suara Ayah Cahaya yang merdu sedang mengaji di ruang tamu, menenangkan sekali. Ya, setiap selesai sholat, Ayah Cahaya selalu mengaji. Terlebih lagi ketika ekonomi Cahaya yang sedang memburuk, dulunya Cahaya adalah anak yang berkecukupan lebih, Ayah Cahaya adalah seorang supervisor  di salah satu perusahaan ternama, dan Ibu Cahaya punya toko sembako. Tetapi suatu hari perusahaan ayah Cahaya bangkrut dan ay...

Masa Lalu

 Aku tak pernah tau apa yang terjadi pada kehidupan mereka Aku tak pernah merasakan jadi orang lain, Ketika aku lelah, memberi ruang dan waktu adalah alternatif untuk merasakan hal yang nyata di hidup. Tak sengaja, hujan itu gugur mendatangi tanah. air mata itu jatuh di pipi. Masa lalu.. Setiap orang memiliki masa lalunya sendiri, kita hanyalah manusia yang terluka, terbiasa berpura-pura tertawa, seakan tak ingin seluruh dunia mengasihaninya. Bodohnya, setiap manusia itu benar-benar berbeda namun tak pernah disadari. Sadari ia bukanlah dia. aku bukanlah kamu. mereka bukanlah kita. Sifat setiap manusia itu berbeda, aku yakini hal itu karena masa lalu. Masa lalu atau perjalanan hidup benar-benar berperan terhadap masa depan Memang setiap orang mampu membuat tembok antara masa lalu ia dengan masa kini, namun menurut ku itu hanya untuk tujuan hidupnya. Dalam perjalanan hidup, setiap kita akan selalu membawa masa lalu itu, dalam artian akumulasi dari segala kejadian yang telah lalu. Mas...

Review Text about Painting

The Storm Painting Painted by             : Raden Saleh Genre                    : Romantisme             We like this painting because it has a good mean and easy to understand by every person who see this painting but the painting has dark colour, so the ships not obvious.             This painting is made on 1851 with oil paint on canvas with size 97 x 74 width. The tittle of this painting is “Badai” or “The Storm” with the genre romantisme. Actually, in this painting, the painter want to tell his feeling that confused between desire to live and ideal imagination world and real life that complicated.             In the storm painting, we can look how Raden Saleh tell...