Langsung ke konten utama

Oh ternyata begini rasanya dunia kerja ....


Apa kalian bergolongan darah A? Atau berzodiak gemini? Katanya golongan darah A itu berhati-hati dalam melakukan sesuatu , perfectionist, juga telaten.
Katanya zodiak gemini itu, orang yang kreatif, ceria dan pintar.

Tapi, apakah kamu percaya semua itu?

Kalau aku sih . . Sebagai wanita bergolongan darah A dan berzodiak gemini dulu suka percaya kalau threadnya positif, tapi semakin dewasa semakin kenal sama diri sendiri, bahwa ga ada yang kenal sama diri kita selain diri kita sendiri.

Sejak kecil, aku suka yang instan, bukan orang yang perfectionist dan ceroboh juga pemalas. Hebatnya, aku selalu masuk 3 besar saat itu, karena aku belum terlalu mengerti dan kerjaan ku cuma belajar belajar dan bermain~
Aku juga sering bikin pr itu ngarang, tapi ya tetep dapet nilai. Itu yang bikin mentalnya jatuh dan ngerasa kalau asal-asalan jawab juga gapapa.

Hingga lulus SMA, di titik terbawah aku memutuskan untuk gapyear, aku mulai berpetualang di dunia kerja. Sebenarnya, aku sudah mulai bekerja itu sejak SD kelas 3, dengan range yang masih sangat kecil, waktu itu jualan binder, satu lembar 500 rupiah. Di kelas 8 SMP aku mulai membuat online shop dan menjadi freelancer stylist dan asisten fotografer di salah satu perusahaan photography, hingga SMA aku kembali berjualan makanan kekinian tapi dengan range yang cukup besar. Ga ada masalah waktu itu, uang berjalan lancar.. client juga jarang ada yang kecewa. Aku belum mengerti semuanya, bahwa dunia kerja yang sesungguhnya gak seindah yang aku rasain di masa sekolah.

• Dimulai dari jadi guru TK. Ini adalah pekerjaan fulltime pertama aku di instansi resmi. Menjadi guru TK adalah pekerjaan yang menguras tenaga, berlari mengejar anak-anak, mengajar, menjaga mereka dan of course ga cuma soal itu, tapi semua perlu diperhatikan.. soal makanan anak-anak, buku anak-anak, cuci tangannya yang harus mengantri dan soal lainnya.
Dan gua ngerasa "arghhh, gila ya gua salah mulu... Mesti teliti banget" Sempet ngerasa kesalahan ini terjadi karena pekerjaan ini bukan passion aku, tapi sebenernya ini ya emang karena salah aku yang ga teliti dan meremehkan pekerjaan. Kesalahan yang paling aku inget tentang betapa pentingnya sebuah kehati-hatian dan ketelitian dalam bekerja itu pernah suatu hari ada pembagian Vitamin A buat anak-anak di TK, jumlah murid di kelas ku ada 23 anak ku, aku disuruh mengambil di kantor langsung dengan kepala sekolah, lalu aku ngitung dong jumlahnya 23, tapi pas udah dikasih ke anak-anak ternyata jumlahnya 22, kurang 1, dan aku bingung.. diinterogasi dong yang salah siapa~~ "Ya Allah begini amat ya kerjaa.. apalagi dibawah orang, beda banget sm sekolah atau berbisnis sendiri"


• pekerjaan ku yang kedua dibawah sebuah perusahaan adalah jadi reporter DBL Indonesia 2019. Such an experience banget sih inii, aku dikasih kesempatan kerja di DBL selama pertandingan di Kalimantan Selatan 9 hari. Secara menjadi reporter itu adalah cita-cita aku, wishlist aku, terlebih lagi buat Developmental Basketball League, but ...... Jadi reporter itu ga semudah yang aku bayangin, capek, mesti stand by setiap pertandingan yang bikin aku harus menjamak shalat, huhuuu~~ i don't like it when i don't pray. Terus, abis pertandingan selese , gua juga harus cepet-cepet ngirim artikelnya ke pusat yang agak bikin gue deg-degan juga shock karena aku dituntut untuk berpikir cepat dan tepat. Dan belum lagi kesalahan-kesalahan tulisan, nama atau sekolah yang tertulis di website, yang bikin gua agak gregetan sama pekerjaan ini. Gua jadi mikir "kemaren kerja jadi guru TK bikin banyak kesalahan mikirnya karena bukan passion, sekarang udah ngedapetin kerja yang sesuai cita-cita dan passion, masih aja bikin kesalahan? Ah, bukan salah kerjanya berarti tapi salah guanya yang belum mateng dalam dunia kerja."


Dimanapun kerjanya, ga ada yang santai.
Sekalipun pekerjaan itu adalah cita-cita sejak kecil dan sesuai passion, bakal ada titik dimana kita bertanya dengan diri kita "apa aku sudah bahagia?" THATS IT!

Apapun kerjaannya, poinnya ada di "APA SUDAH BAHAGIA ? SUDAH BERSYUKUR ? buat semua keputusan dan komitmen yang udah atau mau dijalani?" LIFE IS CHOICE. banyak yang bisa memulai , tapi sedikit yang bisa menyelesaikan.

Banyak yang awalnya bercita-cita ini, bercita-cita itu buat gengsi, buat jadi orang sukses, populer atau definisi kesuksesan lainnya. Tapi, setelah mendapatkannya? Ga jarang juga hampa. 

Sama halnya dengan hubungan cinta, kerjaan juga begitu. Bakal ada fase dimana kita ngerasa "ini bukan saya banget" "saya bosan" "kerjaan gua gini-gini doang" semua berproses temen-temen. Semua tergantung  dengan komitmen kita akan mimpi dan tujuan. 

Jadi, kalau kita ngerasa selalu disalahin di kantor mungkin bukan karena pekerjaannya yang salah, tapi emang kitanya yang belum dapet caranya atau kitanya yang harus perlu belajar lagi, definetly semuanya tergantung sama diri kita sendiri. Ketika cita-cita mu tercapai, bukan berarti tantangan sudah usai. Tantangan akan terus ada hingga kita mati, maka satu-satunya jalan yaitu perbaikilah potensi diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerpen "Cahaya Rumah"

Alur    : Maju mundur Karya  : Cherry Rabiullan Sari Diterbitkan: Koran Radar Banjarmasin Edisi : 24 - 27 April 2017 Salah satu edisi koran Radar Banjarmasin Cahaya Rumah Kukuruyukk.. ayam sudah berkokok dan Cahaya belum juga bangun, “Cahh, bangunn! Shalat subuh dulu” teriak ibu Cahaya. Guling-guling segera disingkirkan Cahaya yang jiwanya masih setengah terkumpul untuk beranjak berwudhu, adik Cahaya bernama Cahyu datang ke kamar “molor muluu mentang-mentang libur” Cahaya cuek dengan ocehan adiknya yang super jail itu. terdengar suara Ayah Cahaya yang merdu sedang mengaji di ruang tamu, menenangkan sekali. Ya, setiap selesai sholat, Ayah Cahaya selalu mengaji. Terlebih lagi ketika ekonomi Cahaya yang sedang memburuk, dulunya Cahaya adalah anak yang berkecukupan lebih, Ayah Cahaya adalah seorang supervisor  di salah satu perusahaan ternama, dan Ibu Cahaya punya toko sembako. Tetapi suatu hari perusahaan ayah Cahaya bangkrut dan ay...

Masa Lalu

 Aku tak pernah tau apa yang terjadi pada kehidupan mereka Aku tak pernah merasakan jadi orang lain, Ketika aku lelah, memberi ruang dan waktu adalah alternatif untuk merasakan hal yang nyata di hidup. Tak sengaja, hujan itu gugur mendatangi tanah. air mata itu jatuh di pipi. Masa lalu.. Setiap orang memiliki masa lalunya sendiri, kita hanyalah manusia yang terluka, terbiasa berpura-pura tertawa, seakan tak ingin seluruh dunia mengasihaninya. Bodohnya, setiap manusia itu benar-benar berbeda namun tak pernah disadari. Sadari ia bukanlah dia. aku bukanlah kamu. mereka bukanlah kita. Sifat setiap manusia itu berbeda, aku yakini hal itu karena masa lalu. Masa lalu atau perjalanan hidup benar-benar berperan terhadap masa depan Memang setiap orang mampu membuat tembok antara masa lalu ia dengan masa kini, namun menurut ku itu hanya untuk tujuan hidupnya. Dalam perjalanan hidup, setiap kita akan selalu membawa masa lalu itu, dalam artian akumulasi dari segala kejadian yang telah lalu. Mas...

Review Text about Painting

The Storm Painting Painted by             : Raden Saleh Genre                    : Romantisme             We like this painting because it has a good mean and easy to understand by every person who see this painting but the painting has dark colour, so the ships not obvious.             This painting is made on 1851 with oil paint on canvas with size 97 x 74 width. The tittle of this painting is “Badai” or “The Storm” with the genre romantisme. Actually, in this painting, the painter want to tell his feeling that confused between desire to live and ideal imagination world and real life that complicated.             In the storm painting, we can look how Raden Saleh tell...